Makna Ucapan (Dakwah) bagi Hasan al-Bashri

Gambar

 

“bukan hanya tetesan air biasa. ia membawa saripati pekat berisikan warna dan rasa yang siap untuk dibagikan kepada sekelilingnya”

 

“kisahnya, nama seorang da’i itu bukan hanya mulia di bumi, dihadapan penghuni bumi. namun ia, hidupnya .. beriring tasbih dari para malaikat yang senantiasa mendo’akan keselamatan baginya. hingga ia di alam akhirat, lagi-lagi bukan hanya manusia yang menjadi saksi akan amal kebaikannya .. namun malaikat suci itu jua turut memperjuangkan surga untuknya.”

 

Ada sebuah kisah indah tentang ulama besar Hasan al-Bashri. Pada jamannya ia dikenal sebagai da’I sejuta umat. Setiap kali ia berceramah dan menyampaikan satu materi maka bisa dipastikan keesokan harinya orang-orang akan langsung mempraktekan apa yag di sampaikan olehnya.

Hingga suatu hari datanglah serombongan hamba sahaya ke rumahnya dan memintanya untuk menyampaikan materi tentang keutamaan memerdekakan budak di hadapan para jama’ah. Mereka berharap setelah mendengar taujih dari Hasan al-Bashri para majikan mereka berkenan untuk membebaskan mereka.

Pada saat itu beliaupun mengatakan “insyaAllah ..”

Keesokan harinya tibalah waktunya Hasan Al-Bashri berceramah. Namun ada yang aneh, ya pada kesempatan itu beliau tidak menyampaikan materi seperti yang diminta oleh para hamba sahaya, materi tentang memerdekakan budak. Maka pada sore harinya merekapun kembali mendatangi rumah Hasan Al-Bashri dan menyampaikan permintaannya kembali.
 
Hal ini pun terus terulang hingga beberapa kali.

Sampai suatu hari, Hasan Al-Bashripun akhirnya menyampaikan ceramah dengan materi sesuai permintaan para hamba sahaya, yaitu tentang memerdekakan budak. Dan ternyata benar dugaan mereka, seusai mendengar ceramah Hasan Al-Bashri orang-orangpun beramai-ramai memerdekakan hamba sahaya yang mereka miliki.

 
Setelah kejadian tersebut, para hamba sahaya tadi pun kembali mendatangi Hasan Al-Bashri dan mengatakan “seandainya saja engkau menyampaikan materi itu dari kemarin-kemarin, maka kamipun tidak perlu menungu lama untuk menjadi manusia merdeka” 
 
Namun Hasan al-Bashri pun menjawab “sejak kemarin kalian memintaku untuk memerdekakan budak, sebenarnya aku belum pernah melakukan hal tersebut. aku pun berada dalam kondisi tidak memiliki budak untuk dimerdekakan saat itu. aku pun tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli budak dari orang lain. beberapa hari kemarin, aku menabung. dan tepat hari ini aku baru memiliki uang yang cukup untuk membeli budak, lalu memerdekakan nya, maka baru hari ini pula aku memiliki keberanian dan pengetahuan yang cukup untuk menyampaikan materi tersebut”.

Subhanallah… ternyata itulah kunci keberhasilan Hasan al-Bashri dalam berdakwah. ia selalu berupaya untuk memulai semua yang disampaikannya dari dirinya sendiri. Sehingga orang lainpun tak hanya mendengar perkataannya namun juga melihat perbuatannya.

 
“satu contoh yang utuh dan jelas, lebih mudah dimengerti daripada ratusan instruksi dan arahan kosong apalagi dengan bahasa yang rumit”
 
“strategi perang tsun zhu menempatkan bagian perencanaan dalam bab pembukanya. sekaligus menaruh point faktor moral (pemimpin) di bagian persiapan dasar pasukan”